SPECIAL FOR YOU - vandspace

Saturday, 9 July 2016

SPECIAL FOR YOU


Dear Sahabat gw paling imut, unyu2, suaranya bikin hati gw adem

apakah kau inget kpn kita pertama bertemu? siapa duluan yg memulai pembicaraan?
dan bagaimana alur ceritanya hingga kita menjadi sahabat seperti ini? mungkin semuanya itu tak sejelas yg kita ingat.

Sudah berapa hari kita lewatkan bersama ? sudah berapa topik yang kita bahas? sudah berapa banyak foto yang kita share bersama? bergembirakah kita saat nonton bersama walau jarak memisahkan kita?
apakah kau sempet menghitungnya? sepertinya otak kita tak ingat pasti akan hal itu. yang jelas semua momen yang kita lewati adalah tanda persahabatan kita

awalnya kita mungkin dipertemukan sebaya akan hal ilmu, siapa yg tau akan hal ini kita ditakdirkan bisa saling bertemu, namun ternyata hari ini gw harus bersyukur sebanyak banyak nya karena telah di hadirkan sahabat terbaik

awal nya kita hanya saling melengkapi dalam pembelajaran ilmu, saling mengisi acara perlombaan, dan karena soal ucapan terimakasih kita sampai akhirnya kita memulai pembicaraan namun karena alasan tak jelas kita masih bisa lanjut sampai sekarang ini

ingatkah saat kita membahas hal gak penting sampai larut malam, menonton film yg blom kita tonton sebelumnya, menerima challengge yang sebenernya tak cocok buat gw, bahkan sampai membicarakan aib orang yg pernah lo sayangkan, dan juga tentang cinta

saat itu kita sahabat seperti tak akan berpisah, saling berbagi saling menerima, saling menghibur, saling menerima, sampai akhirnya kita memutuskan untuk bertengkar entah knapa gak terjalankan
dan juga pada saat gw galau dan lo berusaha menghibur gw, menelpon gw dan tiba pada saat yg tepat di tengah malam nya Ramadhan meskipun terganggu oleh beberapa oknum yg merusak topik pembicaraan gw sampai pada akhirnya gw kehilangan ide dan gugup

sadarkah lo pada setiap harinnya yg terlewat akan mencoret setiap tanggalnya di kalendar meski kita baru berteman, dan setiap harinnya kita banyak menemukan hal hal baru, menjadi lebih dewasa, kita terus menakapi masa depan, walau akhirnya kita harus berpisah untuk sementara waktu, sebab tujuan kita jelas menuju kesuksesan tetapi dengan jalurnya masing masih dengan jalan yg beda dan pada saat kita diwajibkan menuntut ilmu menjadikan kita berakhir...

Bersama lo gw gak pernah merasa bosan. Bersama lo rasanya jatuh tidak pernah benar-benar menyakitkan. Bersama lo kesedihan gw akan terasa lebih ringan. Bersama lowaktu tersulit akan tetap menyenangkan.

dan kini apakah gw harus ngucap selamat tinggal ? atokah sampai jumpa kembali di thn baru nanti?
perlahan tpi kita harus saling melepaskan

bolehkah gw berpesan Meskipun kita tidak lagi bersama,  bisakah lo sisakan sedikit ruang di dalam memori otak lo?  Untuk bisa gw singgahi agar lo tetap bakal ingat gw . Sesekali di tengah rutinitas baru lo bisakah lo melihat halaman blog ini ato singgah untuk berkomentar ? Agar lo tahu gw baik-baik saja.? Agar lo ingat seberapa cupunya kita dulu dan bahwa kini kita telah tumbuh dewasa dan lebih memulai kehidupan bersama

Untuk ini gw mau berterima kasih banyak mesti lo banyak bikin gw seudzon dan negatif thinking karena alasan balasan chat yg hanya di read dan baru balesnya lama yang bikin gw kangen dan lo hanya jawab sesingkat itu. sekali lagi lagi gw terima kasih sebanyak banyak nya yg sebenernya gw bukan siapa siapa lo dan gw harap lo bisa ngerti perasaan gw pada waktu itu

sebanyak apapun sahabat baru lo nanti, ingatlah bahwa gw juga masih jadi sahabat lo, dimanapun gw dan lo berada. Berjanjilah pada gw untuk tetap menjaga persahabatan kita sejauh apapun masa depan memisahkan kita. Berjanjilah sampai jantung tak sanggup lagi memompa darah ke seluruh tubuh. Karena bersahabat adalah untuk menjadi tua bersama, bukan untuk menjadi sejarah bahwa kita pernah bersama. Berjanjilah bahwa ini bukan hanya sekedar janji yang dapat menyublim menjadi gas karena terpapar oleh waktu.

MISS YOU SO MUCH



Seperti perkataan Imam Syafi’i dalam syairnya: “Merantaulah. Gapailah setingi-setingginya impianmu. Bepergianlah. Maka ada lima keutamaan untukmu. Melipur duka dan memulai penghidupan baru. Memperkaya budi, pergaulan yang terpuji, serta meluaskan ilmu.” (Berjuang di Tanah Rantau, hal xi).

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/firmanda/sebuah-hakikat-perjuangan-di-perantauan_5529c11c6ea8345a05552d08
Seperti perkataan Imam Syafi’i dalam syairnya: “Merantaulah. Gapailah setingi-setingginya impianmu. Bepergianlah. Maka ada lima keutamaan untukmu. Melipur duka dan memulai penghidupan baru. Memperkaya budi, pergaulan yang terpuji, serta meluaskan ilmu.” (Berjuang di Tanah Rantau, hal xi).

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/firmanda/sebuah-hakikat-perjuangan-di-perantauan_5529c11c6ea8345a05552d08
Seperti perkataan Imam Syafi’i dalam syairnya: “Merantaulah. Gapailah setingi-setingginya impianmu. Bepergianlah. Maka ada lima keutamaan untukmu. Melipur duka dan memulai penghidupan baru. Memperkaya budi, pergaulan yang terpuji, serta meluaskan ilmu.” (Berjuang di Tanah Rantau, hal xi).

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/firmanda/sebuah-hakikat-perjuangan-di-perantauan_5529c11c6ea8345a05552d08

No comments:

Post a Comment